4.900 Botol Miras Hasil Razia Sebulan di Garut

0
69

Beritagarut.Com – Jajaran Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat memusnahkan 4.900 botol lebih barang bukti, minuman keras (miras) berbagai jenis merek dan ukuran, hasil razia masif selama satu bulan terakhir.

“Ini hasil razia rutin tiap hari, kita razia tiap pintu masuk Garut sejak menjelang pergantian tahun (2018),” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wigun, saat pemusnahan barang bukti ribuan miras, di Halan Mapolres Garut, Senin (14/1/2019).

Menurut Budi, peredaran miras menjelang pergantian tahun terbilang tinggi, untuk itu lembaganya semakin rajin menggelar penindakan, untuk mempersempit ruang peredaran. “Minimal supaya bisa memberikan efek jera ke agen dan distributor yang masih menjual barang itu,” kata dia.

Budi mengakui bukan perkara mudah melakukan pemberantasan miras, meskipun secara berkala melakulan razia rutin, namun dalam prakteknya barang haram itu tetap beredar. “Makanya kami mohon masukannya dari para kiai, tokoh masyarakat, LSM bagaimana upaya terbaik memberantasnya,” pinta Budi.

Dengan upaya itu, maka perang polisi dengan mafia miras bukan perkara mustahil untuk dicapai, di wilayah hukum Garut. “Kalau menghilangkan (miras) berat, tapi kami akan akan berupaya untuk meminimalkan,” kata dia.

Budi menyatakan, ribuan botol miras yang berhasil dimusnahkan diperoleh dari berbagai lokasi seputaran wilayah kota Garut, termasuk kawasan Kerkof, Simpang Lima yang menjadi penyangga kota Garut. “Semoga dengan pemusnahan ini memberikan efek jera bagi para pengedar,” kata dia.

Temuan Puluhan Jeriken Ciu

Selain ribuan botol miras, petugas satuan narkoba polres Garut juga, ikut mengamankan sekitar ratusan liter ciu yang tersimpan dalam 20 jeriken ciu siap edar. “Ciu ini sulit ditaksir berapa kadar persen alkholohnya, sebenarnya lebih berbahaya,” kata dia.

Miras tradsional hasil fermentasi ini ujar Budi, justru leboh berbahaya dari miras asli dengan kadar tertentu. “Bahkan bahan ini yang diawetkan kadarnya ada yang bisa menyentuh 120 persen alkohol, itu sangat berbahaya,” ungkap dia.

Tak jarang dalam prakteknya, banyak korban berjatuhan dari masyarakat, paska meminum alkohol hasil fermenrasi alami ini. “Pembawaannya (usai minum) langsung dingin, kalau orang normal minum langsung bisa lewat (meninggal dunia),” ujar Budi mengingatkan.

Sumber : kompasCom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here