Aplikasi ini bikin siswa Madrasah Tsanawiyah di Garut raih penghargaan

0
65

Berita Garut – Di hari jadi ke 48 tahun serta memperingati Hari Informasi Geospasial di tanggal 17 Oktober, Badan Informasi Geospasial anugerahi penghargaan untuk 100 inovator muda Indonesia.

Para inovator ini berlatar belakang pendidikan berbeda, mulai dari SMP, SMA hingga perguruan tinggi dan sarjana strata dua.

Sejumlah 4 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut, Jawa Barat berhasil membuat aplikasi pemetaan siswa dari keluarga miskin melalui pemanfaatan informasi geospasial.

Fathir, salah satu pembuat aplikasi ini mengatakan, ide pembuatan aplikasi ini bermula saat Garut dilanda bencana banjir hebat yang berefek kepada beberapa rekannya sulit untuk bersekolah karena perlengkapan sekolah hanyut dibawa banjir.

“Saat itu kami membuat website tanggap bencana tapi tidak jalan. Kami belajar program internet lainnya yakni MIT membuat aplikasi dan program dengan memanfaatkan informasi geospasial. Ini masih prototipe,” ujar Fathir dan Adila Rachmawati Pradana mewakili rekan-rekannya kepada Lensaindonesia.com di lapangan BIG, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2017).

Fathir dan Adila menambahkan, pihaknya mendata dari rumah ke rumah para siswa yang kurang mampu di Kabupaten Garut dengan jumlah 200 siswa dari keluarga kurang mampu atau miskin.

“Dengan aplikasi ini semoga memudahkan donatur tepat sasaran menyalurkan bantuannya kepada siswa yang kurang mampu di Garut agar bisa sekolah lebih baik lagi,” harap Fathir dan Adila.

Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin menyampaikan, pemberian penghargaan ini sebagai apresiasi sebab mereka terkait penggunaan aplikasi memanfaatkan informasi geospasial.

Menurutnya, kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya penggunaan pemetaan dirasa masih kurang.

“Saat ini banyak orang di Indonesia bangga menggunakan aplikasi pemetaan dari luar negeri seperti Google Map. Padahal kita mempunyai aplikasi pemetaan dari BIG bernama Inageoportal,” imbuh Hasanuddin.

Ia menambahkan, dari 100 inovator ini terbagi 25 tim dimana tiap tim terdiri dari 4 orang. Kemudian mereka melalui tahap seleksi masuk finalis menjadi 10 tim yang akhirnya akan dipilih juara satu, dua dan tiga dengan total hadiah sebesar Rp 30juta.

“Penghargaan kepada inovator muda Indonesia ini akan menjadi event tahunan bersamaan peringatan ulang tahun BIG dan Hari Informasi Geospasial tiap tanggal 17 Oktober,” pungkas Hasanuddin.

 

Sumber : LensaIndonesiaCom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here